Menu
Tajam Mengulas Berita
banner 728x250

Melihat Naga, Sumber Tlandung dirokat warga

  • Share
tlandung
masyarakat Asemjaran melakukan rokat di Sumber Tlandung (Foto: madurakita)
banner 468x60

Sampang – Hari ini masyarakat Asemjaran melakukan rokat di Sumber Tlandung. Ritual diawali dengan khotmil quran di tiga tempat yang berbeda. Yaitu, area sekitar mata air Tlandung, kemudian di bhujuk Ta’ Serap dan bhujuk Wali. Makam keramat keduanya hanya berjarak sekitar 100 meter dari sumber Tlandung. Konon, Bhujuk Ta’ Serap inilah yang bertapa meminta sumber air pada sang Pencipta. Selepas shalat dzuhur, acara kemudian dilanjutkan dengan istighatsah dan dipungkasi dengan penyiraman empat mata air sumber Tlandung yang diambil dari mata air Sumber Pocong, Burneh Bangkalan.

Menurut ustad Muchlis Zuhri, salah satu tokoh pemuda setempat mengatakan “acara ini akan diadakan setiap tahun, tepatnya pada bulan Rajab, adapun hari dan tanggalnya menyesuaikan.” Ujarnya

banner 336x280

Baca Juga: Warga Dusun Tlandung Gotong Royong Membersihkan Area Sumber

Acara rokat ini adalah representasi dari upaya masyarakat setempat dalam menyeimbangkan antara alam makro (semesta) dan alam mikro (diri) dan merupakan wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah air yang begitu melimpah.

Sementara Barik Adawa menambahkan “bahwa Karang Taruna siap bersama warga menjaga Sumber air Tlandung dan melestarikan budaya tasyakkuran tersebut.” Ujar ketua karang taruna serasi ini.

Tradisi ini adalah warisan para leluhur yang terus dijaga dan dilestarikan. Namun demikian, seiring berkembangnya zaman, unsur-unsur yang tidak mencerminkan nilai-nilai islam kian ditinggalkan. Dalam hal ini KH Abdul Madjid mengatakan “apa saja yang melenceng dalam tradisi ini harus ditinggalkan,” pungkasnya.

Dalam tradisinya, setidaknya ada dua alasan yang mendasari sumber Tlandung ini diselamati. Pertama, karena intensitas airnya yang semakin kecil. Kedua karena aroma air yang barbau menyengat. Namun, untuk kali ini bukan alasan dari keduanya akan tetapi berawal dari mimpi.

KH Zainuddin, salah satu tokoh agama setempat bercerita bahwa “ada seseorang yang bermimpi melihat seekor naga selama 3 malam berturut-turut. Naga tersebut panjangnya membentang dari sumber timur hingga sumber sebelah barat. Setelah mimpi keduanya, orang yang tidak pernah tahu sumber Tlandung tersebut keesokan harinya memastikan diri bahwa sumber Tlandung sesuai dengan yang dilihat dalam mimpinya, kecuali Naga yang tidak ia lihat secara nyata.

Pada malam ketiga dalam mimpi tersebut, orang ini meminta izin untuk mandi kepada sang naga, namun dilarangnya. Kata sang naga, air Tlandung akan berubah menjadi darah. Kalau mau tetap mandi sang naga menyarankan agar terlebih dulu menabur bunga.

Selamatan sumber Tlandung didukung oleh Remaja Masjid Tlandung, Remaja Masjid Barombaran dan Remaja Masjid Tambengan, serta Karang Taruna Serasi Asemjaran. Namun, KH Abdul Madjid meminta agar masyarakat tidak percaya mimpi tersebut sebagai pertanda bahwa hal buruk akan terjadi, karena Allah akan menimpakan apa yang disangkakan oleh hambanya. Tegasnya

Artikel Terkait: National Branding Pentagon dalam Pariwisata Internasional

banner 336x280
banner 120x600
  • Share
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 336x280