Menu
Tajam Mengulas Berita
banner 728x250

KPBP Kunjungi Kolumbia Kembang Jeruk

  • Share
kpbp
meskipun tergolong jenis satwa predator tapi sudah bisa di jinakan (Foto: madurakita)
banner 468x60

Sampang – Tak seperti biasanya, ada pemandangan langka di lapangan Kolumbia, Kembang Jeruk. Beberapa jenis burung pemangsa terlihat sesekali mengangkasa. Tak lama kemudian hinggap dilengan tuannya. Sorot matanya sangar, paruhnya tajam seakan mengancam. Cengkramannya sangat kuat namun sarung tangan kulit yang dipakai pemiliknya cukup aman dari kuku-kuku panjang nan tajam.

Sontak, pertunjukan ini mengundang perhatian warga. Ada yang sekedar melihatnya dari jauh, ada pula yang mendekat ingin secara langsung melihat dan tak segan untuk mengabadikan gambar. ” Ini adalah pemandangan yang cukup langka dan menghibur, kami ingin dikesempatan lain akan ada seperti ini lagi” ungkap salah satu pengunjung.

banner 336x280

Artikel Terkait: Kudeta Myanmar dan Dilema Intervensi ASEAN

Seolah menjawab keinginan pengunjung, Khomsi mengatakan, ” kami dari KPBP siap hadir apabila ada yang mengundang, hari inipun kami juga dalam rangka memenuhi undangan salah satu teman kami”. KPBP singkatan dari Komunitas Pecinta Burung Predator. Anggotanya mencakup daerah pantura Madura, mulai dari Kecamatan Sokobanah, Sampang hingga Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Khomsi melanjutkan,” Sayangnya, kami banyak yang berhalangan, hanya sekitar 25% saja dari kami yang bisa hadir hari ini”, ungkap ketua KPBP Banyuates ini.

Burung predator bertahan hidup dengan cara berburu,. Memiliki indra yang tajam, terutama penglihatannya. Umumnya memiliki cakar dan paruh cukup besar yang berfungsi untuk mencabik daging mangsanya. Selain itu, sayap yang kokoh menjadi penunjung jenis burung ini dalam mencari mangsa di darat maupun di laut.

Kebanyakan dari jenis burung predator memiliki paruh yang melengkung tajam, serta cakar yang lebar untuk mencengkram. Pada burung predator yang bersifat nocturnal atau aktif di malam hari, umumnya dilengkapi dengan indra pendengaran yang sangat baik.

Walaupun mereka dari komunitas burung predator, tapi ada juga beberapa pecinta reptil yang ikut nimbrung. Salah satu jenis reptil yang mereka bawa adalah jenis ular piton kuning atau yang sering disebut ular albino. Namun, sebenarnya ular piton kuning mengalami kondisi amelanistic atau amelanosis dimana ular kekurangan zat warna melanin yang membuat warna kulitnya gelap. Adanya ular albino membuat banyak orang tertarik untuk berfoto, mereka rela mengantri hanya untuk sekedar berfoto. Tentunya dengan tetap jaga jarak.

Sebelum bubar, ada kejadian lucu yang juga mengundang perhatian. Ada salah satu burung anggota KPBP yang terbang dan sepertinya enggan untuk dibawa pulang. Upaya penangkapan pun berulang kali mengalami kegagalan. Mungkin karena si predator tidak sejinak merpati kali ya.

Artikel Terkait: Paradigma Dalam Politik Lingkungan

banner 336x280
banner 120x600
  • Share
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 336x280