Menu
Tajam Mengulas Berita
banner 728x250

KJRI Jeddah Amankan PMI Yang Tak Pernah Dipulangkan dan Hanya Digaji 2 Bulan

  • Share
PMI
Konjen RI menyampaikan agar para PMI diperlakukan dengan baik. Terutama terkait dengan hak-hak pekerja. (Foto:madurakita.com)
banner 468x60

ABHA—KJRI Jeddah mengamankan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan yang tidak dipulangkan selama 10 tahun. PMI asal Purwakarta berinisial TSA tersebut mengaku baru digaji dua bulan selama bekerja. Sisanya masih ada dipengguna jasa atau majikan. TSA juga jarang diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarganya di tanah air.

Nasib yang dialami TSA berhasil diungkap oleh Tim Pelayanan dan Pelindungan WNI saat menggelar Pelayanan Terpadu (Yandu) pada tanggal 9 sampai 10 April 2021 di Abha, kota sejuk yang berjarak sekitar 700 kilometer dari KJRI Jeddah.

banner 336x280

Saat itu, TSA hadir bersama anak majikan untuk mengurus penggantian paspor yang tidak diurus pihak majikan sejak 2016.

Kepada Tim Yandu, perempuan yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tanggah (ART) tersebut mengaku terpaksa  bekerja tanpa mengenal istirahat yang cukup. Setiap hari, dia mengurus rumah berlantai enam yang dihuni keluarga besar majikan, dan mengaku hanya bisa beristirahat 2 sampai 3 jam.

Saking jarangnya berkomunikasi dengan pihak keluarga dan kurangnya berinteraksi dengan sesama WNI, TSA menceritakan permasalahan yang dialaminya dalam bahasa Indonesia yang agak kacau, sehingga sulit dimengerti oleh petugas.

Baca Juga : Berburu Rezeki di Rantauan Sampai Menutup Mata

Kurang istirahat telah menyebabkan kondisi kesehatan TSA sangat rapuh. Dia sempat tak sadarkan diri di lokasi pelayanan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Saat itu juga, majikan langsung dipanggil Tim Yandu untuk datang ke lokasi pelayanan agar dia menyelesaikan hak-hak ARTnya itu. Majikan berjanji dalam pernyataan tertulis akan memenuhi hak-hak TSA yang telah melayani keluarganya selama 10 tahun.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, memerintahkan agar TSA dibawa ke KJRI Jeddah melalui jalur darat dan diistirahatkan sementara di shelter (penampungan) KJRI.

Membuka kegiatan Yandu di Abha,  Konjen RI Jeddah menyampaikan program Yandu selain untuk mendekatkan pelayanan KJRI Jeddah kepada masyarakat yang tinggal berjauhan dari KJRI Jeddah, juga untuk meringankan beban waktu, biaya dan tenaga dari para WNI.

“Ini bentuk reach-out (jemput bola), dimana disitu ada kantong-kantong warga kita yang bekerja di kota-kota di Arab Saudi,” ucap Konjen di sela-sela pelaksanaan Yandu.

Di hadapan para pengguna jasa, Konjen RI menitipkan agar para PMI diperlakukan dengan baik, sesuai kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian kerja yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak, terutama terkait dengan hak-hak pekerja.

Ditegaskan juga oleh Konjen Eko Hartono, pengguna jasa dan PMI saling membutuhkan. Pengguna jasa membutuhkan jasa atau tenaga dari PMI, sementara PMI membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi perekonomian keluarganya di tanah air. “Kalau memang kita saling membutuhkan, seharusnya kita berkomitmen untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing” pungkas Konjen yang memimpin langsung pelaksanaan Yandu di Abha.

Dalam Yandu selama dua hari di Abha, Tim KJRI Jeddah melayani sebanyak 150 permohonan pelayanan, meliputi dokumen kekonsuleran, keimigrasian, ketenagakerjaan dan penanganan pengaduan.

Artikel Terkait : Tindakan Terorisme Global Dalam Pandangan Islam

banner 336x280
Writer: Fauzy ChusnyEditor: Asma Shufa
banner 120x600
  • Share
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 336x280