Menu
Tajam Mengulas Berita
banner 728x250

Bahas Penanganan Kasus WNI, Konjen RI Jeddah Temui Pengacara di Tabuk

  • Share
WNI
Konjen RI Jeddah Temui Pengacara di Tabuk. membahas perkembangan penanganan kasus yang menimpa seorang WNI (Foto: madurakita.com)
banner 468x60

Jeddah— Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, menemui pengacara, Abdullah Alaa Kassab Al Humaidi, yang  menangani kasus berat yang menimpa Warga Negara Indonesia  (WNI) di Tabuk. Pertemuan yang berlangsung Minggu, 21 Maret 2021 di kantor pengacara tersebut membahas perkembangan penanganan kasus yang menimpa seorang WNI di provinsi yang berbatasan dengan Yordania itu.

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah dalam menangani kasus-kasus berat yang menimpa WNI di wilayah kerjanya menggandeng seorang pengacara di wilayah yang menjadi tempat kejadian perkara. Konjen Eko Hartono memanfaatkan pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut untuk mendalami sistem hukum di Arab Saudi dan prosedur pananganan perkara berat, seperti penganiayaan yang kerap dialami oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).

banner 336x280

Baca Juga: KJRI Jeddah tarhil shumaysi permudah exit 

Konjen juga menggali pandangan pengacara seputar upaya pembuktian dalam hukum acara pidana ketika terjadi satu tindakan kekerasan disuatu tempat yang minim saksi dan alat bukti, seperti yang dialami oleh beberapa PMI yang bekerja di sektor domestik beberapa waktu lampau. Konjen juga menggali pandangan pengacara seputar upaya pembuktian dalam hukum acara pidana ketika terjadi satu tindakan kekerasan disuatu tempat yang minim saksi dan alat bukti.

Pengacara Abdullah menjelaskan bahwa dalam penanganan kasus penyiksaan/penganiayaan, waktu menjadi hal yang krusial. Bekas luka kekerasan harus segera dilakukan visum yang hasilnya akan dijadikan bahan penuntutan terhadap pelaku. Di antara kendala yang kerap dialami oleh petugas di lapangan ketika menangani perkara pidana, seperti kekerasan adalah rentang waktu kejadian perkara dan pelaporan ke pihak berwajib terpaut sangat lama, sehingga alat bukti hilang.

“Bekas luka penganiayaan misalnya, sudah pulih dan bisa saja sudah hilang sehingga sulit dilakukan visum,”ujar Konjen Eko Hartono. Oleh sebab itu, Konjen Eko Hartono mengimbau WNI, jika terjadi tindakan kekerasan atas dirinya, agar segera melapor kepihak berwajib dan meminta kepolisian untuk segera menghubungi KJRI Jeddah atau KBRI Riyadh.

Dalam pertemuan tersebut, Konjen RI Jeddah didampingi Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1, merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI Jeddah, Safaat Ghofur, dan PFK-5, Kun Rizki Putranto.

Artikel Terkait: Diplomasi Masker China di Asia Tenggara

banner 336x280
Writer: Fauzy ChusnyEditor: Asma Shufa
banner 120x600
  • Share
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 336x280