Menu
Tajam Mengulas Berita
banner 728x250

Berburu Rezeki di Rantauan Sampai Menutup Mata

  • Share
berburu
PMI kelahiran 1968 itu tutup usia setelah 21 tahun bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di satu keluarga di Saudi Arabia. (Foto: madurakita.com)
banner 468x60

Jeddah—Buruh migran bukan saja pahlawan devisa, tapi dia juga pejuang kesejahteraan keluarga. Demi niat mulia, dia berpetualang tinggalkan keluarga, terbang jauh ke negeri orang. Rasa pedih karena perpisahan rela Ia tahan, meski jiwa serasa terbelah. Buah hati belahan jiwa Ia tinggalkan, demi berburu rezeki bahkan ketika masih di usia balita.

Orang  juga bilang buruh migran adalah pendekar ekonomi keluarga. Dalam jiwanya terbisik “Sumpah Mulia,” akan kembali dari perantauan ketengah keluarga membawa kabar bahagia. Ia sadar terpaksa merelakan buah hati tersayang lepas dari pangkuan, walau dengan hati yang teriris dan perasaan bersalah. Kelak, rasa bersalah itu akan Ia tebus dengan kebahagiaan. Janji dalam diri: “Tirakatku hanya untuk Engkau. Aku berpisah untuk kembali. Yakinlah, hidup kita akan indah pada waktunya.”

banner 336x280

Namun, kenyataan hidup itu bukanlah khayalan. Perjalanan hidup kadang tak seindah yang dibayangkan. Impian boleh terukir indah, meski kenyataan kadang tak sesuai asa. Entah karena telalu bersemangat memburu rezeki di negeri orang, atau lantaran rasa nyaman dan betah yang kelewatan hidup bersama keluarga majikan, seorang buruh migran kadang lupa kapan pulang. Celengan hasil jerih payah bertahun-tahun rasanya tak pernah penuh.

Seiring  perjalanan waktu, rasa rindu keluarga dan kampung halaman perlahan terkikis. Rasa betah atau mungkin rasa sayang terhadap keluarga majikan kian menguat, sehingga membuat buruh migran memilih bertahan, tak peduli usia telah menua. Bertarung dalam diri, lebih sayang keluarga majikan atau keluarga sendiri?

Baca Juga : Ibu Akhirnya Berkumpul Keluarga

Kenyataan  di atas dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial SMA.  Dia telah 21 tahun bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) disatu keluarga di Ta’if, daerah berhawa sejuk yang berjarak sekitar 200 kilometer dari KJRI Jeddah. Selama bekerja di Arab Saudi, perempuan kelahiran Blora Jawa Tengah ini mengaku tidak pernah pulang ke tanah air. Informasi yang berhasil dihimpun petugas KJRI Jeddah, SMA sangat jarang bertukar kabar dengan keluarga.

Suatu hari pada tahun 2015, SMA datang ke KJRI Jeddah untuk melakukan penggantian paspor. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di KJRI Jeddah, petugas loket pelayanan akan melakukan wawancara kepada setiap pemohon penggantian paspor antara lain, apakah hak-hak nya telah diterima dari majikan, apakah pernah mendapatkan perlakuan kasar dari majikan, dan pertanyaan lainnya.

SMA kembali datang ke KJRI Jeddah pada Januari 2020 lalu, untuk melakukan penggantian paspor. Saat menjalani Berita Acara Pemeriksaan oleh petugas loket, dia mengaku dirinya belum pernah pulang ke tanah air. Tidak hanya itu, sisa gajinya senilai 134 ribu riyal lebih masih ada dimajikan.

Petugas akhirnya menahan SMA sampai pihak keluarganya di tanah air bisa dihubungi. KJRI Jeddah  menelusuri agen yang memberangkatkan SMA dengan harapan dapat memperoleh alamat lengkap dan nomor kontak keluarga.  Bisa jadi, lantaran terlalu lama tinggal di Arab Saudi dan sangat jarang berkomunikasi dengan keluarga, SMA kurang perhatian akan pentingnya nomor kontak keluarga.

Berkat bantuan Polsek dan instansi terkait di daerah, pihak keluarga berhasil dihubungi. SMA diminta petugas agar berbicara langsung dengan keluarga dan mengabari mereka bahwa dirinya baik-baik saja. Kala itu, KJRI dan pihak keluarga meminta agar SMA segera pulang, tapi dia memohon agar diberikan kesempatan menambah 1 tahun lagi.

“Atas permintaan almarhumah kepada keluarga melalui video call dari KJRI, dia minta untuk nambah waktu satu tahun lagi,” ujar petugas Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah. Namun, seperti bunyi pepatah, “manusia sekedar bisa berencana, tapi takdir Tuhan yang menentukan”. Belum sempat bertemu keluarga dan menikmati hasil jerih payahnya, ajal keburu menjemputnya.

Perempuan kelahiran 1968 itu tutup usia, genap setahun sejak kedatangannya ke KJRI. Dia meninggal akibat komplikasi yang menggerogotinya, tekanan darah tinggi, kencing manis dan penurunan sirkulasi darah. Almarhumah dimakamkan Kamis, 18 Maret 2021 di Ma’la, kompleks pemakaman ternama di Mekkah yang berjarak beberapa ratus meter dari Masjidil Haram. Di kompleks pemakaman ini pula, isteri pertama Baginda Rasullulah Muhammad  SAW, Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah, dikebumikan.

KJRI Jeddah turut berduka atas kepergian almarhumah. Tugas terakhir KJRI setelah mengantar almarhumah kepembaringan. Terakhir, adalah mengurus hak-haknya. Atas izin Allah SWT, tim petugas diberikan kemudahan mengurus hak-hak almarhumah dan telah menyampaikan nya kepada ahli waris. Tak seorang pun dapat memastikan kapan ajal nya tiba. Namun, satu hal yang pasti, bila telah tiba saatnya, ajal itu pasti menjemput setiap makhluk yang bernyawa.

“Ambillah cuti setiap 2 tahun dan tengoklah keluarga”

Berkaca kepada peristiwa di atas, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, dalam setiap kesempatan bertemu warga mengingatkan, agar setiap WNI mengambil hak cuti setiap dua tahun untuk pulang ke tanah air.

“Tak ada yang melarang Anda mencari rezeki di negeri orang, tapi jangan lupa usia dan kampung halaman, terlebih keluarga,” pesan Konjen Eko Hartono. Beragam alasan dikemukakan oleh PMI saat ditanya petugas, mengapa tidak pulang hingga waktu yang begitu lama. Sebagian beralasan karena belum menunaikan ibadah haji. Sebagian bilang hutang belum lunas. Sebagian lagi mengaku tidak punya siapa-siapa lagi di kampung halaman. Ada pula yang beralasan punya masalah keluarga. Bahkan yang ironis, dia tak mau pulang karena majikan baik dan menganggap nya layak nya anak sendiri.

Jangan sampai menua di negeri orang, akhirnya sakit-sakitan,” pungkas Konjen berpesan.

Artikel Terkait: Modalitas Pembangunan Konektivitas dalam Regionalisme ASEAN

banner 336x280
Writer: Fauzy ChusnyEditor: Asma Shufa
banner 120x600
  • Share
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 336x280